Senin, 09 Februari 2009

Kerajinan

Di Tangan Sumarlan HAR, Kain Troso Kian Berkibar

JEPARA-Kehidupan yang sulit dan pas-pasan semasa kecil telah mengubah perjalanan dan cita-cita Sumarlan Hisyam Abdur Rahman (HAR). Pria yang sejak kecil bertekad masuk Sekolah Pendidikan Guru (SPG) ini harus mengurungkan niat luhurnya sebagai seorang guru hanya gara-gara persoalan biaya. Orang tuanya Siban-Sutarmi (almarhum) yang juga seorang perajin tenun di Desa Troso, Kecamatan Pecangaan tidak sanggup membiayai pendidikan ke SPG.

Meski gagal masuk SPG selepas menyelesaikan sekolah di MA Walisongo Pecangaan-Jepara, bukan berarti keinginan maju surut begitu saja. Justru dari kegagalan masuk ke SPG makin membuat dia bersikeras menjadi orang sukses.

Sejak saat itulah dia mulai menekuni pembuatan kain Troso yang kala itu jarang disukai anak muda seperti dirinya. Awalnya dia hanya bermodalkan sepeda motor Honda keluaran tahun 1973-an. Aset berharga satu-satunya dari hasil kerja kerasnya saat bekerja dengan orang lain pasca keluar dari MA dimanfaatkan betul Marlan-panggilan akrab Sumarlan.

Dengan dibantu istrinya Istiqomah dan tiga orang karyawan, usaha tenun Troso yang dimulai Marlan sekitar tahun 1978-an itu mulai dikenal masyarakat. Untuk memperluas wilayah pemasarannya Marlan kemudian mendaftarkan izin usaha pada dinas terkait pada tahun 1981.

Untuk pemasaran tenun Troso, Marlan sangat selektif dan berhati-hati. Dia terjun langsung sebagai seorang marketer. Menurutnya pemasaran merupakan ujung tombak keberhasilan bisnis. Hingga sekarang dia sering terjun ke lapangan sendiri untuk memasarkan produk-produknya.

Hal itu dilakukan setelah berkaca pada bisnis orang tuanya yang dilihatnya monoton dan terkadang hanya menjadi korban pemasaran yang tidak efektif, salah satunya sering ditipu orang lain. Dia tidak mudah percaya pada pemasaran yang dilakukan orang lain.

“Dengan kita langsung terjun ke lapangan kita bisa melihat respon pasar dan secepatnya bisa memperbaiki. Kita bisa melihat sampai sejauhmana kualitas tenun yang kita buat di sukai orang atau tidak,” terang Marlan.

Kerja keras tanpa kenal lelah dan disiplin serta konsisten terhadap produk berkualitas berbuah manis. Kini pangsa pasar produk yang diberi nama label “Dewi Shinta” sesuai nama perusahaannya tersebut bisa terbilang beragam, dari kelas bawah hingga kelas atas. Bahkan galeri Batik tulis yang selama ini terkenal sebagai konter produk-produk kerajinan berkualitas pun dengan tangan terbuka menerima produknya.

Untuk masalah kualitas produk tenun buatannya, Marlan juga tidak ingin setengah-setengah. Menurutnya semakin berkualitas sebuah produk, maka produk itu bakal diburu sepanjang waktu. Pandangan hidup inilah yang membuat produknya kemanapun larinya pasti habis terjual.

Lagi-lagi untuk menjaga kualitas produknya proses pembuatan awal hingga akhir juga tidak lepas dari pantauannya. Untuk meminimalisir kesalahan dan menjaga kualitas produk dia juga menerapkan manajemen quality control.

“Kualitas produk membuat apapun kerajinan yang kita hasilkan bisa bertahan lama. Jangan hanya ingin menjual barang sebanyak-banyaknya tapi melupakan kualitas,”cetus pria kelahiran 16 Februari 1960.

Kegigihannya dalam menjamin mutu membuahkan hasil. Produk kain tenun Troso sudah menyebar ke berbagai penjuru kota besar di Indonesia seperti Semarang, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Bali, Bogor dan lain-lain.

Saat ini tidak kurang 600 meter kain tenun Troso mampu dibuatnya dalam satu bulan. Produknya juga berbagai jenis mulai ikat tenun lusi, kain sutera alam polos,kain sutera alam ikat, kain sutera alam batik, ikat motif Flores, ikat motif Sumbawa, kain ikat taplak dan lain-lain.

Omzet pendapatannya per tahun juga fantastis.Tidak kurang Rp 3 miliar berhasil direngkuh. Bisnis tenunnya ini juga memberikan berkah kepada masyarakat sekitar Troso. Sekitar 200-an tenaga kerja menggantungkan diri sebagai tenaga kerja dirumahnya. Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) yang dimilikinya kini semakin banyak. Usaha awal mesin ATBM hanya enam unit. Kini alat tersebut sudah berkembang menjadi 125 unit.

Kunci sukses usaha Marlan juga didukung kemampuan berkreasi. Motif dan desain kain Troso yang semula hanya monoton diubah menjadi berbagai macam motif. Tentu saja, ini membuat produk kerajinan produk Marlan makin diminati dan menyebar ke berbagai penjuru Indonesia. Kerajinan kain Troso-pun ikut terangkat dan terkenal ke mana-mana.

Perjalanan usaha Marlan sebagaimana kisah orang sukses lainnya juga tidak terlepas dari prahara. Salah satu peristiwa yang tidak akan dilupakannya yaitu aksi penipuan yang dilakukan orang yang mengaku sebagai Agus. Tanpa sadar entah karena digunai-gunai atau di magic, produk tenun dan uang tunai yang nilainya keseluruhannya mencapai ratusan juta amblas. Peristiwa ini berlangsung sekitar tahun 1993. Akibatnya dia kehilangan modal yang besar. Namun dengan kekuatan dan motivasi yang kuat perlahan tapi pasti dia terus maju dan memulai bisnis dengan modal seadanya hingga bisa berkembang sebesar seperti sekarang.

Dalam kata akhirnya, pria yang dikenal sederhana dan telaten ini memberikan bahwa selain kegigihan, kerja keras serta menjaga kualitas, faktor lain yang membuat dia bisa sukses adalah kejujuran. “Dengan kejujuran membuat banyak orang benar-benar percaya pada produk kita. Kalau A katakan A jangan membohongi. Dengan demikian semakin banyak relasi yang akan terbangun dan membuat bisnis kita makin maju,” tandasnya.

Di sela-sela kesibukannya mengurusi bisnis tenun Troso, keahliannya dalam membuat kain Troso juga membawa berkah lain. Marlan mendapat tawaran mengajar dan mengisi diklat serta pelatihan dari berbagai daerah. Contohnya tahun 2008, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara khusus memberikan kesempatan kepada bapak empat orang anak ini untuk membagi ilmu tentang proses pembuatan tenun kepada ratuan perajin tenun asal NTT.

Tawaran menularkan ilmu juga sempat datang dari negeri Jiran Malasyia. Untuk satu ini sikap Marlan patut dicontoh, dia tidak mau menerima tawaran itu meski terasa menggiurkan. “Saya takut jika orang Malasyia saya ajari ilmu pembuatan kain Troso justru ilmu ini akan lari ke sana,” pungkasnya. (zis)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Pengikut